Jumat, 30 Maret 2012

Bagaiman cara bersuci dari haid atau junub


Cara mandi bagi wanita yang sudah selesai haidnya atau telah berjunub adalah sama dengan cara laki-laki mandi junub, hanya bagi wanita tidak wajib atasnya melepas ikatan atau kepangan (jalinan) rambutnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Ummu Salamah radhiallahu anhaa berikut ini : "Seorang wanita berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : "Sesungguhnya aku adalah orang yang mengikat rambut kepalaku. Apakah aku (harus) membuka ikatan rambutkau untuk mandi janabat. " Rasulullah menjawawb: "Sungguh cukup bagimu menuang mengguyur) atas kepalamu tiga tuangan dengan air kemudian engkau siram seluruh badanmu, maka sungguh dengan berbuat demikian) engkau telah bersuci." {HR. Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi dan dia berkata hadits ini adalah hasan shahih)

Dalam riwayat lain hadits ini dari jalan Abdurrazaq dengan lafadz: "Apakah aku harus (harus) melepaskannya (ikatan rambutku) untuk mandi janabat?" disunahkan bagi wanita apbila mandi dari haid atau nifas memakai kapas yang ditaruh padanya minyak wangi lalu digunakan untuk membersihkan bekas darah agar tidak meninggalkan bau. Hal ini diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisah Radhiallahu anha : "Bahwasanya Asma binti Yazid bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang mandi haid. Maka beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda : "(hendklah) salah seorang di antara kalian memakai air yang dicampur dengan daun bidara (wewangian), kemudian dia bersuci dengannya lalu berwudhu dan memperbaiki wudhunya. Kemudian

Jumat, 02 Maret 2012

Rukun Islam Versi NII Yang Bikin Heboh


Negara Islam Indonesia (NII) ternyata memiliki enam rukun Islam NII yang sedikit berbeda dengan lima rukun Islam.




Selain itu, NII juga memiliki 10 rukun ahlak anggota NII dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah Rukun Islam dan Rukun Ahlak versi NII yang dilansir NII Crisis Centre.

Rukun Islam NII:
1. Mengucap Syahadat
2. Menunaikan Salat
3. Menjalankan Puasa
4. Membayar Zakat
5. Pergi Haji
6. Jilbab (Menutup aurat dalam artian menjaga rahasia)

Rukun Ahlak NII:
1. Selalu mementingkan NII di atas kepentingan priibadi
2. Mengucapkan salam bila masuk rumah atau kantor dan bersalaman
3. Bagi umat rizal (Pria) cukup bersalaman kepada sesama umat rizal
4. Antara umat rizal dan nisa (Wanita) tidak boleh bersalaman kecuali apa yang diajarkan Rasul.
5. Bila tahu ada pimpinan yang datang sambutlah dan berilah salam
6. Rapikanlah selalu bila melihat tempat berantakan, acak-acakan, tidak rapi kotor
7. Jangan biasakan berbicara terlalu keras
8. Isilah waktu dengan kegatan positif
9. Bila sedang ada acara di dalam, harus ada garda di depan, selalu dikontrol bila ada yang mencurigakan laporkan pada pimpinan.
10. Setiap warga NII wajib menjaga keamanan diri dan negara dengan komunikasi setiap hari.

Cara Perbaiki Baterai Laptop, Notebook, Netbook, Handphone yang Ngedrop



Pusingkan kalau baterai laptop, netbook atau handphone sudah ngedrop baru dipakai sudah habis. Saya ada cara untuk menanggulangi masalah ini, bagaimana kondisi baterai bisa kembali bagus.

Siapkan bahan-bahan praktek, antara lain adalah :

- Baterai yang drop.
- Plastik bening yang bagus (baru).
- Pengikat.
- Freezer atau lemari es atau bisa juga kulkas (sama saja kan?).

7 Orang Paling Misterius di Indonesia


1. Supriyadi




Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Kalo elo-elo gak tau, tandanya pas pelajaran sejarah pada tidur di kelas ya, hehehe…Supriyadi adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut.

Foto-foto Langka Presiden Soeharto yang Belum Terpublikasi


Soeharto, presiden ke 2 republik Indonesia yang sangat fenomenal ini memang sangat dikenal sebagian besar rakyat Indonesia, bahkan beberapa orang masih merindukan sosok seperti presiden Soeharto.


Terlepas dari segala kontrofersi dari yang beliau lakukan ia akan tetap menjadi bagian sejarah panjang Indonesia, kumpulan foto-foto berikut ini adalah sebagian dari banyaknya foto yang belum terpublikasi hingga kini, beberapa diantaranya bercerita tentang keseharian presiden soeharto saat masih menjabat sebagai presiden Indonesia ke 2.

Bapak Tua Penjual Amplop Itu (Mengharukan)




Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat, saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas di lihat, barang jualannya itu terasa "aneh" di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat.

Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia "nyempil" sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kamis, 01 Maret 2012

Faham Agama


Dalil yang Menunjukkan Terlarangnya Memulai Bernadzar



Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,
نَهَى النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - عَنِ النَّذْرِ قَالَ « إِنَّهُ لاَ يَرُدُّ شَيْئًا ، وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيلِ »
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk bernazar, beliau bersabda: ‘Nazar sama sekali tidak bisa menolak sesuatu. Nazar hanyalah dikeluarkan dari orang yang bakhil (pelit)’.” (HR. Bukhari no. 6693 dan Muslim no. 1639)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَنْذُرُوا فَإِنَّ النَّذْرَ لاَ يُغْنِى مِنَ الْقَدَرِ شَيْئًا وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيلِ
Janganlah bernazar. Karena nazar tidaklah bisa menolak takdir sedikit pun. Nazar hanyalah dikeluarkan dari orang yang pelit.” (HR. Muslim no. 1640)
Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,