Kamis, 01 Maret 2012

Faham Agama


  

A. Pengertian Agama:
     1. Pengertian Umum:
Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para rasul-Nya sejak nabi Adam , Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada nabi penutup Muhammad saw, sebagai hidayat  dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan materiil dan spirituil duniawi dan ukhrawi.

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَآَتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا (.النساء:163)

        2. Pengertian Khusus:
Agama yakni agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw ialah apa yang diturunkan Allah di dalam al-Qur'an dan yang tersebut dalam Sunnah yang shahih, berupa perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk untuk kebaikan manusia dunia dan akhirat. (HPT)
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (107)

B. Dasar agama Islam yaitu :
1.      Al-Qur'an; kitab Allah yang diwahyukan kapada nabi Muhammad saw.
 إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآَنَ تَنْزِيلًا (23)
2.      As-Sunnah Rasul; penjelasan dan pelaksanaan ajaran Al-Qur'an yang diberikan oleh nabi Muhammad saw.
مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dengan menggunakan akal pikiran sesuai dengan ajaran Islam. (MKCH)

Al-Qur'an serta as-Sunnah sebagai penjelasannya merupakan ajaran yang serba benar keseluruhannya, sedang akal fikiran atau ar-ra'yu berfungsi sebagai alat untuk :
1.      Mengungkap dan mengetahui kebenaran yang terkandung dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.
2.      Mengetahui maksud-maksud yang tercakup dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.


C. Aspek-aspek ajaran Islam:
1        Aqidah
2        Akhlak
3        Ibadah
4        Mu'amalat duniawiyat

a. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya aqidah Islam, yang murni bersih dari gejala-gejala      kemusyrikan, bid'ah  dan khurafat tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.
b. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai – nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia.
c. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah saw, tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.
d. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya  Mu'amalat  duniawiyat (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran agama serta menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.

Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan :
5        Aqidah
6        Akhlak
7        Ibadah
8        Mu'amalat duniawiyat

4.1. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya aqidah Islam, yang murni bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid'ah  dan khurafat tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.
4.2. Muhammadiyah bekerjasama untuk tegaknya nilai – nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia.
4.3. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah saw , tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.
4.4. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya  Mu'amalat  duniawiyat (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran agama serta menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.

3.      Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa indonesia yang telah mendapat karunia Allah, berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan,kemerdekaan bangsa dan negara Republik Indonesia yang berfalsafah Pancasila, untuk berusaha bersama-sama menjadikannya suatu negara adil dan makmur diridloi allah SWT.
4.       


A. PENGERTIAN AGAMA (AD-DIN)
     1.  Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya sejak nabi Adam

Agama Islam adalah agama Allah yang diturunkan kepada para Rasul-Nya sejak nabi Adam a.s. hingga nabi terakhir yaitu nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw. Sebagai nabi terakhur di utus Allah dengan membawa syariat agama yang sempurna, untuk seluruh umat sepanjang masa. Oleh karena itu agama yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Tetap berlaku sampai sekarang dan untuk masa-masa yang akan datang.
Dasar agama Islam yaitu :
5.      Al-Qur'an; kitab Allah yang diwahyukan kapada nabi Muhammad saw.
6.      As-Sunnah Rasul; penjelasan dan pelaksanaan ajaran Al-Qur'an yang diberikan oleh nabi Muhammad saw. Dengan menggunakan akal pikiran sesuai dengan ajaran islam.
Al-Qur'an serta as-Sunnah sebagai penjelasannya merupakan ajaran yang serba benar keseluruhannya, sedang akal fikiran atau ar-ra'yu berfungsi sebagai alat untuk :
1.      Mengungkap dan mengetahui kebenaran yang terkandung dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.
2.      Mengetahui maksud-maksud yang tercakup dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Sedang untuk mencari jalan dan bagaimana cara-cara melaksanakan ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam rangka upaya mengatur dunia guna memakmurkannya, akal fikiran yang dinamik dan progresif  memiliki peranan dan lapangan yang luas sekali. Demikian juga akal fikiran dapat mempertimbangkan seberapa jauh faktor pengaruh keadaan, waktu dan tempat terhadap penerapan hukum dalam batas maksud-maksud ajaran agama
Dengan pendirian seperti tersebut diatas, Muhammadiyah berkeyakinan bahwa pintu ijtihad tetap terbuka sepanjang zaman. Adapun yang dimaksud dengan ijtihad disini ialah mengerahkan segala kemampuan untuk mendapatkan kepastian hukum syara' (hukum agama) atas sesuatu perkara yang telalah terjadi dan diperlukan mengetahui hukumnya karena akan diamalkan, serta perkara tersebut bbukan sesuatu yang bersangkutan  dengan ibadah mahdly, sedang alasan untuknya tidak diketemukan dalilnya secara qath'i (pasti) dan sharih (tegas), baik dalam al-Qur'an maupun al-Hadits yang shahih. Diantara sekian banyak perkara yang memerlukan ijtihad antara lain seperti hukumnya bank, asuransi, pencangkokan kornea mata, keluarga berencana, pncangkokan jantung dsb.
Ajaran Islam telah menegaskan bahwa Islam diturunkan kepada umat manusia tidak lain kecuali untuk menyebarluaskan rahmat Allah keseluruh alam.
Penegasan seperti ini memberikan pengertian bahwa fungsi utama agama Islam adalah sebagai pengayom bagi hidup dan kehidupan umat manusia dimana dan kapanpun juga.
Namun satu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri oleh siapapun juga, bahwa pada diri manusia terdapat ciri yang menyolok, yaitu senantiasa berkembang maju dan dinamik. Di dalam kehidupan yang sangat dinamis ini manusia dan masyarakat akan selalu menemui berbagai perkara baru yang ditimbulkan oleh adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi , yang kadangkala menyangkut kehidupan beragama. Disinilah agama akan dimintai jawabannya secara pasti oleh para pemeluknya. Manakala persoalan persoalan ini dicarikan jawabannya pada hasil-hasil ijtihad para imam mujtahid pada abad keempat atau kelima hijriah, atau dicari jawabannya dari pendapat para imam mujtahid seperti imam hambali, imam hanafi, imam syafi'i dll, jelas tidak mungkin diketemukan. Hal itu dapat difahami karena situasi dan kondisi sudah jauh berbeda, sehongga akibat akibat yang ditimbulkannya pun berbeda pula. Seperti masalah kornea mata. Pada zaman imam syafi'I dan imam-imam seangkatannya masalah tersebut sama sekali belum tergambarkan. Masalah ini baru muncul hari-hari ini berbarengan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maju. Justru karena itu dengan faham ijtihad tetap terbuka akan memberikan arti tetap bertahannya fungsi agama Islam  sebagai pengayom bagi hidup dan kehuisupan manusia dan masyarakat. Islam dengan pintu Ijtihad yang senantiasa tetap terbuka akan mampu memberikan jawaban yang relevan dengan kemajuan dan tuntunan zaman.
Muhammadiyah berpendirian bahwa dalam melaksanakan agama hendaknya dilakukan berdasarkan pengertian yang benar, dengan jalan ijtihad atau ittiba'. Muhammadiayah dalam menentukan tuntunan yang berhubungan dengan masalah agama, baik bagi kehidupan perorangan maupun bagi kehidupan kemasyarakatan dan gerakan adalah dengan dasar-dasar seperti ter4sebut diatas. Dilakukan dengan musyawarah oleh ahlinya, dengan cara yang sudah lazim dikenal dengan isltilah Tajih.
Tentang pengertian TARJIH  sendiri tidak lain adalah usaha membanding-bandingkan berbagai pendapat dalam musyawarah yang dilakukan oleh para ulama ahlinya kemudian mengambil pendapat yang didukung oleh alasan dalil yang paling kuat (yang rajih).
Dengan dasar dan cara memahami ajaran Islam seperti tersebut  Muhammadiyah berpendirian bahwa ajaran islam merupakan "kesatuan ajaran" yang tidak boleh dipiah-pisahkan satu sama lain (al-islammu kullun la:yatajazza').
Ajaran Islam terdiri dari :
  1. Ajaran Aqidah:  yaitu ajaran yang berhubungan dengan kepercayaan  / keyakinan.
  2. Ajaran Akhlak: ajaran yang berhubungan dengan pembentukan sikap mental (mental attitude)
  3. Ajaran ibadah (mahdelah): yaitu ajaran yang berhubungan dengan peraturan dan tata hubungan manusia dengan Tuhan.
  4. Ajaran Muamalat duniawiyat: yaitu ajaran yang berhubungan dengan pengolahan dunia serta pembinaan dunia serta pembinaan masyarakat.

7.      Muhammadiyah berkeyakinan, bahwa Islam adalah agama Allah yang di wahyukan kepada para rasul-Nya sejak nabi Adam , Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada nabi penutup Muhammad saw ,sebagai hidayat  dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan materiil dan spirituil duniawi dan uhrawi.
8.      Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan :
9        Aqidah
10    Akhlak
11    Ibadah
12    Mu'amalat duniawiyat

4.1. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya aqidah Islam, yang murni bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid'ah  dan khurafat tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.
4.2. Muhammadiyah bekerjasama untuk tegaknya nilai – nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia.
4.3. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah saw , tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.
4.4. Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya  Mu'amalat  duniawiyat (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran agama serta menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.

5. Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa indonesia yang telah mendapat karunia Allah, berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan,kemerdekaan bangsa dan negara Republik Indonesia yang berfalsafah Pancasila, untuk berusaha bersama-sama menjadikannya suatu negara adil dan makmur diridloi allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar