A. Pengertian Agama:
1. Pengertian Umum:
Islam adalah agama
Allah yang diwahyukan kepada para rasul-Nya sejak nabi Adam , Nuh, Ibrahim,
Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada nabi penutup Muhammad saw, sebagai
hidayat dan rahmat Allah kepada umat
manusia sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan materiil dan spirituil
duniawi dan ukhrawi.
إِنَّا
أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ
بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ
وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ
وَسُلَيْمَانَ وَآَتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا (.النساء:163)
2. Pengertian Khusus:
Agama yakni agama
Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw ialah apa yang diturunkan Allah di
dalam al-Qur'an dan yang tersebut dalam Sunnah yang shahih, berupa
perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk untuk kebaikan manusia
dunia dan akhirat. (HPT)
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا
رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ (107)
B. Dasar
agama Islam yaitu :
1.
Al-Qur'an; kitab Allah yang diwahyukan kapada nabi
Muhammad saw.
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا
عَلَيْكَ الْقُرْآَنَ تَنْزِيلًا (23)
2.
As-Sunnah Rasul; penjelasan dan pelaksanaan ajaran
Al-Qur'an yang diberikan oleh nabi Muhammad saw.
مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى
رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى
وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً
بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا
نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ
الْعِقَابِ
Dengan menggunakan
akal pikiran sesuai dengan ajaran Islam. (MKCH)
Al-Qur'an serta as-Sunnah sebagai
penjelasannya merupakan ajaran yang serba benar keseluruhannya, sedang akal
fikiran atau ar-ra'yu berfungsi sebagai alat untuk :
1.
Mengungkap dan mengetahui kebenaran yang terkandung
dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.
2.
Mengetahui maksud-maksud yang tercakup dalam Al-Qur'an
dan As-Sunnah.
C.
Aspek-aspek ajaran Islam:
1
Aqidah
2
Akhlak
3
Ibadah
4
Mu'amalat duniawiyat
a.
Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya aqidah Islam, yang murni bersih dari
gejala-gejala kemusyrikan, bid'ah dan khurafat tanpa mengabaikan prinsip
toleransi menurut ajaran Islam.
b.
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai – nilai akhlak mulia dengan
berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Rasul, tidak bersendi
kepada nilai-nilai ciptaan manusia.
c.
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah saw,
tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.
d.
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya
Mu'amalat duniawiyat (pengolahan
dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran agama serta
menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.
Muhammadiyah dalam
mengamalkan Islam berdasarkan :
5
Aqidah
6
Akhlak
7
Ibadah
8
Mu'amalat duniawiyat
4.1. Muhammadiyah
bekerja untuk terlaksananya aqidah Islam, yang murni bersih dari gejala-gejala
kemusyrikan, bid'ah dan khurafat tanpa
mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.
4.2. Muhammadiyah
bekerjasama untuk tegaknya nilai – nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada
ajaran-ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai
ciptaan manusia.
4.3. Muhammadiyah
bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah saw , tanpa
tambahan dan perubahan dari manusia.
4.4. Muhammadiyah
bekerja untuk tegaknya Mu'amalat duniawiyat (pengolahan dunia dan pembinaan
masyarakat) dengan berdasarkan ajaran agama serta menjadikan semua kegiatan
dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.
3.
Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa indonesia
yang telah mendapat karunia Allah, berupa tanah air yang mempunyai
sumber-sumber kekayaan,kemerdekaan bangsa dan negara Republik Indonesia yang
berfalsafah Pancasila, untuk berusaha bersama-sama menjadikannya suatu negara
adil dan makmur diridloi allah SWT.
4.
A. PENGERTIAN AGAMA (AD-DIN)
1. Islam adalah agama Allah yang diwahyukan
kepada para Rasul-Nya sejak nabi Adam
Agama Islam adalah agama Allah yang
diturunkan kepada para Rasul-Nya sejak nabi Adam a.s. hingga nabi terakhir
yaitu nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw. Sebagai nabi terakhur di utus Allah
dengan membawa syariat agama yang sempurna, untuk seluruh umat sepanjang masa.
Oleh karena itu agama yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Tetap berlaku
sampai sekarang dan untuk masa-masa yang akan datang.
Dasar agama Islam yaitu :
5.
Al-Qur'an; kitab Allah yang diwahyukan kapada nabi
Muhammad saw.
6.
As-Sunnah Rasul; penjelasan dan pelaksanaan ajaran
Al-Qur'an yang diberikan oleh nabi Muhammad saw. Dengan menggunakan akal
pikiran sesuai dengan ajaran islam.
Al-Qur'an serta as-Sunnah sebagai
penjelasannya merupakan ajaran yang serba benar keseluruhannya, sedang akal
fikiran atau ar-ra'yu berfungsi sebagai alat untuk :
1.
Mengungkap dan mengetahui kebenaran yang terkandung
dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.
2.
Mengetahui maksud-maksud yang tercakup dalam Al-Qur'an
dan As-Sunnah.
Sedang untuk mencari
jalan dan bagaimana cara-cara melaksanakan ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah dalam
rangka upaya mengatur dunia guna memakmurkannya, akal fikiran yang dinamik dan
progresif memiliki peranan dan lapangan
yang luas sekali. Demikian juga akal fikiran dapat mempertimbangkan seberapa
jauh faktor pengaruh keadaan, waktu dan tempat terhadap penerapan hukum dalam
batas maksud-maksud ajaran agama
Dengan pendirian seperti
tersebut diatas, Muhammadiyah berkeyakinan bahwa pintu ijtihad tetap terbuka
sepanjang zaman. Adapun yang dimaksud dengan ijtihad disini ialah mengerahkan
segala kemampuan untuk mendapatkan kepastian hukum syara' (hukum agama) atas
sesuatu perkara yang telalah terjadi dan diperlukan mengetahui hukumnya karena
akan diamalkan, serta perkara tersebut bbukan sesuatu yang bersangkutan dengan ibadah mahdly, sedang alasan untuknya
tidak diketemukan dalilnya secara qath'i (pasti) dan sharih (tegas), baik dalam
al-Qur'an maupun al-Hadits yang shahih. Diantara sekian banyak perkara yang
memerlukan ijtihad antara lain seperti hukumnya bank, asuransi, pencangkokan
kornea mata, keluarga berencana, pncangkokan jantung dsb.
Ajaran Islam telah
menegaskan bahwa Islam diturunkan kepada umat manusia tidak lain kecuali untuk
menyebarluaskan rahmat Allah keseluruh alam.
Penegasan seperti ini memberikan
pengertian bahwa fungsi utama agama Islam adalah sebagai pengayom bagi hidup
dan kehidupan umat manusia dimana dan kapanpun juga.
Namun satu kenyataan
yang tidak dapat dipungkiri oleh siapapun juga, bahwa pada diri manusia
terdapat ciri yang menyolok, yaitu senantiasa berkembang maju dan dinamik. Di
dalam kehidupan yang sangat dinamis ini manusia dan masyarakat akan selalu
menemui berbagai perkara baru yang ditimbulkan oleh adanya perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi , yang kadangkala menyangkut kehidupan beragama.
Disinilah agama akan dimintai jawabannya secara pasti oleh para pemeluknya.
Manakala persoalan persoalan ini dicarikan jawabannya pada hasil-hasil ijtihad
para imam mujtahid pada abad keempat atau kelima hijriah, atau dicari
jawabannya dari pendapat para imam mujtahid seperti imam hambali, imam hanafi,
imam syafi'i dll, jelas tidak mungkin diketemukan. Hal itu dapat difahami
karena situasi dan kondisi sudah jauh berbeda, sehongga akibat akibat yang
ditimbulkannya pun berbeda pula. Seperti masalah kornea mata. Pada zaman imam
syafi'I dan imam-imam seangkatannya masalah tersebut sama sekali belum
tergambarkan. Masalah ini baru muncul hari-hari ini berbarengan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maju. Justru karena itu dengan
faham ijtihad tetap terbuka akan memberikan arti tetap bertahannya fungsi agama
Islam sebagai pengayom bagi hidup dan
kehuisupan manusia dan masyarakat. Islam dengan pintu Ijtihad yang senantiasa
tetap terbuka akan mampu memberikan jawaban yang relevan dengan kemajuan dan
tuntunan zaman.
Muhammadiyah
berpendirian bahwa dalam melaksanakan agama hendaknya dilakukan berdasarkan
pengertian yang benar, dengan jalan ijtihad atau ittiba'. Muhammadiayah dalam
menentukan tuntunan yang berhubungan dengan masalah agama, baik bagi kehidupan
perorangan maupun bagi kehidupan kemasyarakatan dan gerakan adalah dengan
dasar-dasar seperti ter4sebut diatas. Dilakukan dengan musyawarah oleh ahlinya,
dengan cara yang sudah lazim dikenal dengan isltilah Tajih.
Tentang pengertian
TARJIH sendiri tidak lain adalah usaha
membanding-bandingkan berbagai pendapat dalam musyawarah yang dilakukan oleh
para ulama ahlinya kemudian mengambil pendapat yang didukung oleh alasan dalil
yang paling kuat (yang rajih).
Dengan dasar dan cara
memahami ajaran Islam seperti tersebut
Muhammadiyah berpendirian bahwa ajaran islam merupakan "kesatuan
ajaran" yang tidak boleh dipiah-pisahkan satu sama lain (al-islammu kullun
la:yatajazza').
Ajaran Islam terdiri
dari :
- Ajaran Aqidah: yaitu ajaran yang berhubungan dengan kepercayaan / keyakinan.
- Ajaran Akhlak: ajaran yang berhubungan dengan pembentukan sikap mental (mental attitude)
- Ajaran ibadah (mahdelah): yaitu ajaran yang berhubungan dengan peraturan dan tata hubungan manusia dengan Tuhan.
- Ajaran Muamalat duniawiyat: yaitu ajaran yang berhubungan dengan pengolahan dunia serta pembinaan dunia serta pembinaan masyarakat.
7.
Muhammadiyah berkeyakinan, bahwa Islam adalah agama
Allah yang di wahyukan kepada para rasul-Nya sejak nabi Adam , Nuh, Ibrahim,
Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada nabi penutup Muhammad saw ,sebagai
hidayat dan rahmat Allah kepada umat
manusia sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan materiil dan spirituil
duniawi dan uhrawi.
8.
Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan :
9
Aqidah
10
Akhlak
11
Ibadah
12
Mu'amalat duniawiyat
4.1. Muhammadiyah
bekerja untuk terlaksananya aqidah Islam, yang murni bersih dari gejala-gejala
kemusyrikan, bid'ah dan khurafat tanpa
mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.
4.2. Muhammadiyah
bekerjasama untuk tegaknya nilai – nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada
ajaran-ajaran Al-Qur'an dan Sunnah Rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai
ciptaan manusia.
4.3. Muhammadiyah
bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah saw , tanpa
tambahan dan perubahan dari manusia.
4.4. Muhammadiyah
bekerja untuk tegaknya Mu'amalat duniawiyat (pengolahan dunia dan pembinaan
masyarakat) dengan berdasarkan ajaran agama serta menjadikan semua kegiatan
dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.
5. Muhammadiyah
mengajak segenap lapisan bangsa indonesia yang telah mendapat karunia Allah,
berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan,kemerdekaan bangsa dan
negara Republik Indonesia yang berfalsafah Pancasila, untuk berusaha
bersama-sama menjadikannya suatu negara adil dan makmur diridloi allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar