Senin, 19 November 2012

Siapa Saja Korban Serangan Israel?

Saksi mata, mengatakan sebuah serangan rudal dari helikopter Israel menghantam sebuah mobil di Deir Al-Balah. Insiden itu membunuh langsung tiga orang.
Sementara itu, Israel juga mengerahkan pesawat-pesawat F-16 saat menembaki tiga rumah di Al-Zeitoun. Kejadian itu membunuh empat orang, termasuk satu bocah dan dua gadis muda.
Israel saat awal serangan membunuh tiga orang anggota militan jihad Islam. Lalu, di selatan Rafah yang berbatasan dengan Mesir, seorang perempuan paruh baya selamat dari kekerasan Israel meski dia harus tertimpa bangunan yang runtuh oleh hantaman rudal Israel. "Serangan udara Israel dari utara Gaza membunuh seorang bapak dan seorang anak," kata saksi mata.
Pada Minggu (18/11/2012), serangan udara Israel membunuh 11 warga sipil di sebuah rumah di kota Gaza. Sampai kini, kelompok Hamas masih menghantam wilayah Israel hingga di seputaran Jerusalem dan Tel Aviv. Hamas bermodalkan rudal buatan Iran.

JERUSALEM-- Para petani yang dalam perjalanan dari ladang menuju pasar, pekerja pembersih air dan warga yang kebetulan berada dekat target-target serangan adalah para korban tewas serangan Israel ke Jalur Gaza. Mereka menjadi korban walau tidak berbahaya bagi Israel.
Menurut harian Israel Haaretz, Selasa (20/11/2012), ada sebanyak 34 warga dengan kategori di atas yang tewas dari sekitar 96 warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel sejak Minggu pagi. Hanya ada enam orang dari kelompok militan yang menjadi korban serangan.
Di antara para korban tewas itu adalah 12 orang anggota keluarga Daloo dan Manzar. Empat di antaranya adalah anak kecil, yang menurut Departemen Pertahanan Israel telah menjadi korban salah sasaran.
Dari sejumlah 96 orang korban tewas, sebanyak 58 orang adalah warga biasa dan setidaknya 18 orang anak-anak, sebagaimana diungkapkan Palestinian Center for Human Rights, Al Mezan Center for Human Rights, dan sumber-sumber di Jalur Gaza.

Hamas dan Fatah Bersatu Hadapi Israel




Ramallah: Dua faksi di Palestina yang selama ini berseteru, Hamas dan Fatah, sepakat bersatu menghadapi serbuan roket Israel ke Gaza.

Keputusan persatuan itu diungkap pemimpin-pemimpin kedua faksi di Tepi Barat, Palestina, Senin (19/11).

"Mulai saat ini, kami mengumumkan dengan pemimpin (faksi) lain bahwa kami mengakhiri pemisahan," ujar tokoh senior Fatah Jibril Rajoub di hadapan seribu pengunjuk rasa di Ramallah, Palestina.

Di antara pengunjuk rasa yang memprotes serbuan Israel ke Gaza itu terdapat beberapa tokoh senior Hamas. Pernyataan Rajoub tersebut disambut sorakan massa. "Bersatu, bersatu..Hajar Tel Aviv (Israel)!" teriak mereka.

PM Turki Sumpah Serapahi Presiden Israel

Wahai Ummi.....Tabahlah



Hubungan Israel-Turki Israel memasuki babak baru yang dramatis. Dalam pertemuan di Davos, Swiss pekan ini, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan tanpa diduga secara berani meninggalkan forum pembicaraan ekonomi dunia setelah beradu mulut dengan Presiden Israel, Shimon Perez, Selasa malam (27/01). Erdogan tanpa rasa takut berdebat panas dengan Perez t
entang agresi Israel di Jalur Gaza.

"Kalian membunuhi orang-orang." seru Erdogan keras kepada Perez. "Apa yang kalian lakukan tidak manusiawi!"

Menanggapi perkataan Erdogan, Perez langsung memotong dengan panas, "Apakah Anda sungguh benar-benar mengerti akan situasi dimana ratusan roket berhamburan dan menyerang perempuan dan anak-anak? Ada apa dengan Anda?" repetnya.

Mengapa Israel Mengincar Anak-anak Gaza ?


“Saya bersumpah, akan saya bakar setiap anak yang dilahirkan di daerah (Palestina) ini. Perempuan dan anak-anak Palestina lebih berbahaya dibandingkan para pria dewasa, sebab keberadaan anak-anak Palestina menunjukkan bahwa generasi itu akan berlanjut...”  [Ariel Sharon, PM Israel: 1956]

GRESI militer Israel yang dimulai dari 27 Desember 2008 silam tak pelak lagi memang memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang diketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 900 orang lebih. Total, sekitar di atas 1500 Muslim Gaza meninggal.

Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka.