Ramallah: Dua faksi di Palestina yang selama
ini berseteru, Hamas dan Fatah, sepakat bersatu menghadapi serbuan
roket Israel ke Gaza.
Keputusan persatuan itu diungkap pemimpin-pemimpin kedua faksi di Tepi Barat, Palestina, Senin (19/11).
"Mulai saat ini, kami mengumumkan dengan pemimpin (faksi) lain bahwa kami mengakhiri pemisahan," ujar tokoh senior Fatah Jibril Rajoub di hadapan seribu pengunjuk rasa di Ramallah, Palestina.
Di antara pengunjuk rasa yang memprotes serbuan Israel ke Gaza itu terdapat beberapa tokoh senior Hamas. Pernyataan Rajoub tersebut disambut sorakan massa. "Bersatu, bersatu..Hajar Tel Aviv (Israel)!" teriak mereka.
"Siapa pun yang membicarakan tentang pemisahan (Hamas dan Fatah), mulai hari ini, adalah tindakan kriminal," tegas pemimpin Hamas Mahmud al-Ramahi di hadapan pengunjuk rasa.
Sementara itu, jumlah korban tewas akibat serbuan roket Israel ke Gaza hingga Senin (19/11) mencapai sekitar 101 orang. Israel sendiri telah menembakkan roket ke lebih dari 1.350 target sejak Rabu pekan lalu.
Pada Ahad (18/11), ujar juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza Ashraf al-Kidra, adalah jumlah warga korban sipil terbanyak dalam 24 jam serangan selama enam hari bombardir roket, yakni 24 warga tewas.
Di sisi lain, dalam jumpa pers di Istanbul, Perdana Menteri Turki memberi cap Israel sebagai sebuah negara teroris. (Reuters/The Daily Star/MI/RZY)
Keputusan persatuan itu diungkap pemimpin-pemimpin kedua faksi di Tepi Barat, Palestina, Senin (19/11).
"Mulai saat ini, kami mengumumkan dengan pemimpin (faksi) lain bahwa kami mengakhiri pemisahan," ujar tokoh senior Fatah Jibril Rajoub di hadapan seribu pengunjuk rasa di Ramallah, Palestina.
Di antara pengunjuk rasa yang memprotes serbuan Israel ke Gaza itu terdapat beberapa tokoh senior Hamas. Pernyataan Rajoub tersebut disambut sorakan massa. "Bersatu, bersatu..Hajar Tel Aviv (Israel)!" teriak mereka.
"Siapa pun yang membicarakan tentang pemisahan (Hamas dan Fatah), mulai hari ini, adalah tindakan kriminal," tegas pemimpin Hamas Mahmud al-Ramahi di hadapan pengunjuk rasa.
Sementara itu, jumlah korban tewas akibat serbuan roket Israel ke Gaza hingga Senin (19/11) mencapai sekitar 101 orang. Israel sendiri telah menembakkan roket ke lebih dari 1.350 target sejak Rabu pekan lalu.
Pada Ahad (18/11), ujar juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza Ashraf al-Kidra, adalah jumlah warga korban sipil terbanyak dalam 24 jam serangan selama enam hari bombardir roket, yakni 24 warga tewas.
Di sisi lain, dalam jumpa pers di Istanbul, Perdana Menteri Turki memberi cap Israel sebagai sebuah negara teroris. (Reuters/The Daily Star/MI/RZY)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar